Data were anonymised; any personally identifiable information present in the video was redacted for ethical compliance.
| Faktor | Penjelasan | |--------|------------| | | Sungai, cahaya, dan gerakan air menciptakan gambar yang “menarik” secara estetika. | | Rasa penasaran | Istilah “ngintip” menimbulkan sensasi “menyaksikan sesuatu yang tidak seharusnya”. | | Format kecil (3GP) | Memudahkan pengguna dengan kuota terbatas untuk meng‑download dan share. | | Algoritma platform | Video yang mendapat banyak komentar atau “share” otomatis dipromosikan ke lebih banyak orang. | | Kurangnya literasi digital | Banyak penonton tidak menyadari konsekuensi hukum atau etika dari menonton/menyebarkan video semacam ini. | ngintip-abg-mandi-di-sungai-3gp
| Domain | Key Themes | Representative Works | |--------|------------|-----------------------| | | Panoptic vs. “sous‑veillance”; consent hierarchies | Foucault (1977); Lyon (2018) | | Gendered Privacy | Female bodily autonomy; “male gaze” in digital media | Mulvey (1975); Giddens (1992) | | Online Communities & Meme Economies | Monetisation of viral content; platform affordances | Burgess & Green (2018); Nieborg & Poell (2018) | | Indonesian Cyber‑Law | UU ITE (2008), amendments (2022); gaps in enforcement | Sari & Hadi (2021); Kominfo (2023) | | | Format kecil (3GP) | Memudahkan pengguna